Total Pageviews

Search This Blog

Friday, December 12, 2008

BUKU BAGUS

Inilah SMS dari Saudara Ilham di Masohi Maluku Tengah berkenaan dengan buku RAJIN SHALAT, BADAN SEHAT:

Buku RSBS cukup bagus, akan lebih bagus lagi jika karya berikut didapatkan dari hasil penelitian pribadi sehingga ilmu yang didapatkan merupakan ilmu yang baru dan aktual.

Monday, December 1, 2008

pembaca usul judul buku

"Saya telah membaca buku Rajin Shalat Badan Sehat. Bagaimana kalau Bapak mengadakan penelitian: Perbedaan dampak bagi tubuh ketika seorang itu berkata jujur dan ketika berbohong......"

Itulah SMS panjang dari seorang pembaca dari Makasar. Tidak tanggung-tanggung, pesan yang cukup panjang tersebut dikirim tiga kali.

Tentu saja saya belum bisa mengiyakannya. Anda berminat? Silakan.

Monday, November 17, 2008

SAYA SANGAT SENANG BISA MEMBACA....


“Assalamualaikum! Selamat pagi! Nama saya Fandy, baru saja saya membaca buku Anda yang judulnya RAJIN SHALAT, BADAN SEHAT. Saya sangat senang bisa membacanya karena dari buku ini saya bisa mengetahui manfaat shalat.” 085242833xxx

Itulah komentar dari salah seorang pembaca yang sempat mengagetkan saya. Dua kalimat pembukanya menggunakan tanda seru. Mungkin, ia tipe orang yang enerjik dan bersemangat.

Hal itu sekaligus menjawab perkiraan saya sebelum menulis buku tersebut. Sebelum menulisnya, saya memiliki semacam hipotesa bahwa banyak umat Islam yang belum tahu manfaat shalat. Karena belum tahu manfaatnya, maka mereka terkadang bermalas-malasan mendirikannya. Ini yang pertama.

Yang kedua, karena tidak tahu manfaatnya, maka secanggih apa pun sebuah alat, kegunaannya akan kurang maksimal. Bahasa kerennya, shalat mereka kurang powerful.

Nah, di sinilah saya memotivasi umat Islam agar bersemangat dalam mendirikan shalat. Dan tentu saja caranya adalah dengan memaksimalkan seluruh potensi dalam menulis buku tersebut. Tidak hanya sepenuh hati, tapi juga sepenuh kreasi dan sebagainya.

Mau tahu lebih lanjut isinya?

Tuesday, November 4, 2008

SIAPA MEMBACA BUKU APA?





Ahad, 2 November 2008. Siang itu saya menghadiri pameran buku di Solo yang diadakan oleh Ikapi. Dari luar, di sana tampak ramai. Dan begitu masuk pintu, alhamdulillah saya langsung bisa melihat buku-buku saya mejeng di sana. Setidaknya ada empat judul buku saya: Sedekah Tanpa Uang, Rajin Shalat Badan Sehat, Agar Shalat Tak Sia-Sia, dan Bahagia Saat Sakit.


Alhamdulillah, tidak banyak orang yang mengenal saya sehingga saya pun ‘aman-aman’ saja dan tidak dikejar-kejar oleh pembaca. Ratusan ribu judul dipajang di sana. Ada buku baru, buku laris, dan buku sangat murah. Saya amati, ternyata pengunjungnya beragam, sesuai dengan tema dan aliran buku yang ada.

Dari pengamatan selama 2 jam-an, saya menyimpulkan bahwa setiap buku pasti punya kontribusi dalam mencerdaskan manusia. Benar, meskipun harganya sangat murah dan jarang diminati oleh pengunjung. Saya yakin, kalau tema tersebut bertemu dengan orang yang tepat, maka akan menjadi jodoh. Ya, seperti hukum tarik-menarik yang lagi ngetrend akhir-akhir ini.

Di sinilah pentingnya membaca siapa pembaca buku kita. Atau minimal, siapa kira-kira yang membutuhkannya. Apa jenis kelaminnya. Berapa usianya. Apa profesinya dan lain-lain. Tentu saja, buku yang luas pangsa pasarnya dan tinggi tingkat kebutuhannya akan banyak terbeli. Alhamdulillah, hal ini sudah saya buktikan dalam buku Agar Shalat Tak Sia-Sia. Insya Allah, Desember 2008 nanti, buku tersebut akan dicetak yang ke delapan kali dan sudah dibaca lebih dari 10.000-an ribu pembaca.

Thursday, October 23, 2008

BAGAIMANA MULAI MENULIS BUKU?


Biasanya, dalam menulis buku, setelah membuat outline, saya selalu menulis mukadimah terlibih dahulu.Bagaimana caranya? Sederhana saja. Anda cukup membuat semacam abstraksi dari apa yang hendak Anda tulis. Tidak mengapa bila di kemudian waktu Anda sedikit atau bahkan total mengubahnya. Inilah contoh mukadimah yang saya tulis di buku Rajin Shalat, Badan Sehat.

Segala puji bagi Allah yang telah melimpahkan rahmat dan kasih sayang-Nya kepada kita semua. Semoga seluruh nikmat Allah yang dilimpahkan kepada kita menjadikan kita sebagai hamba yang pandai bersyukur. Karena syukur akan mengikat nikmat yang telah kita dapatkan dan menarik nikmat yang belum datang.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada penutup para nabi dan rasul, Muhammad saw beserta keluarga, shahabat, dan para pengikutnya hingga hari kiamat.
Sampai detik ini, masih banyak kita temukan umat Islam yang bermalas-malasan dalam mengerjakan shalat. Mereka merasa berat menjalankan shalat dan memandangnya sebagai beban yang menyusahkan. Tidak bebas dan terikat. Di antara mereka bahkan ada yang tidak tahu sedikit pun manfaat disyariatkannya shalat, baik di dunia maupun di akhirat.

Bila kita kaji, di samping memiliki manfaat yang hebat bagi agama, pribadi, dan masyarakat, shalat juga memiliki manfaat yang dahsyat bagi kesehatan jasmani dan rohani. Dengan mengetahui manfaat tersebut, seorang muslim akan shalat dengan senang hati.

Buku ini akan memaparkan berbagai manfaat shalat, terutama dari aspek kesehatan. Judul Rajin Shalat, Badan Sehat bukan berarti bahwa shalat adalah satu-satunya cara untuk sehat. Tetapi, lebih menunjukkan bahwa shalat memang bisa mencegah sebagian penyakit dan menjaga kesehatan, baik fisik maupun mental. Hal ini dikuatkan pula dengan berbagai penemuan ilmiah akhir-akhir ini.

Yang tak kalah penting, pembahasan ini sekaligus membuktikan bahwa ilmu modern masih terus menemukan mukjizat Al-Qur’an yang turun empat belas abad silam. Demikian pula, hal ini secara jelas membuktikan bahwa seluruh syariat Islam membawa manfaat dan maslahat bagi manusia di mana saja dan kapan saja.

Semoga Allah menjadikan tulisan ini murni untuk mencari ridha-Nya dan bermanfaat bagi kita semua, baik di dunia ini dan lebih-lebih di akhirat nanti. Akhir kata, walhamdulillahi rabbil alamin.

Solo, 20 Mei 2008
Fahrur Mu’is

Tuesday, October 21, 2008

Berbagi ilmu di buku

Saat malam 1 Syawal tiba, dan suara takbiran bersaut-sautan dari satu masjid ke masjid yang lain, ternyata ada pembaca yang sempat mengirim SMS ke saya. Menurut informasi yang saya terima, ia baru saja membaca buku saya. Judulnya Rajin Shalat, Badan Sehat.








Katanya, ia terkesan dan merasa mendapatkan banyak manfaat. Tak lupa, dari luar jawa nun jauh di sana, ia mengucapkan taqabbalallahu minna wa minkum.

Pembaca yang lain, yang berada di NTB, ingin berkenalan dengan saya setelah membaca buku tersebut. Ia mendapatan hal yang baru.

Itulah sekelumit komentar dari pembaca buku saya ini. Pelajaran yang bisa kita ambil, terkadang hal yang kita anggap biasa, menjadi luar biasa di mata pembaca. Terkadang hal yang sudah lama kita ketahui, baru diilmui oleh orang lain. Maka, jangan enggan untuk selalu berbagi ilmu.

Thursday, October 16, 2008

Rajin Membaca dan Menulis

Oleh: Fahrur Mu'is

Bismillahirrahmanirrahim. Itulah resep sebelum saya menulis. Dan tidak hanya itu, ketika sedang menulis dan jari-jari saya macet mengetik, saya pun membaca basmalah. Itulah pelajaran yang saya dapatkan hari ini: rajin membaca dan menulis. Karena rajin membaca akan memperluas wawasan serta menambah ilmu, sedangkan rajin menulis akan semakin memperlancar dan meningkatkan kemampuan kita menulis.

Rajin membaca saja tidak cukup. Karena itu ibarat orang yang memiliki bahan baku yang bagus, tapi tidak produktif. Pun rajin menulis saja tidak cukup. Karena tanpa disuplai ilmu dan wawasan yang memadai, tulisan akan terasa hambar, dan kesannya hanya itu-itu saja. Tak ada yang baru, kata orang-orang yang suka mencari naskah buku untuk diterbitkan.

Pelajaran hari ini saya coba praktikkan. Dan hasilnya adalah tulisan ini. Semoga esok hari dan esoknya lagi, hingga akhir hayat bisa saya praktikkan. Dan semoga saja, buahnya segera bisa saya nikmati, baik di dunia maupun di akhirat nanti.