Total Pageviews

Search This Blog

Saturday, September 17, 2011

DAHSYATNYA IBADAH UMAT AKHIR ZAMAN

Apa enaknya jadi umat akhir zaman? Lalu, apa juga enaknya menjadi umat awal zaman? Tentu saja ini bukan wilayah kekuasaan kita. Kita hidup pada masa kita masing-masing. Setiap zaman, waktu, dan masa adalah tantangan bagi kita, dengan kelebihan dan kekurangannya.

Salah satu ujian berat bagi umat akhir zaman adalah mereka akan menghadapi berbagai fitnah dan bencana yang akan terjadi seiring semakin tuanya umur dunia ini. Fitnah tersebut ibarat biji tasbih yang putus. Jika salah satu bencana telah terjadi, maka akan disusul oleh bencana-bencana yang lainnya. Selebihnya, baca buku saya yang bertajuk BENCANA AKHIR ZAMAN.  http://pts.com.my/index.php/buku/bencana-akhir-zaman/


Namun demikian, ada juga enak dan keutamaannya dibandingkan umat yang tidak menyaksikannya. Apa itu? Ibadah pada masa sulit dan terjadinya fitnah, pahalanya sangat besar sekali. Mari kita baca sabda Rasulullah berikut ini.

Ma’qil bin Yasar r.a. berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Beribadah pada masa terjadi kekacauan dan fitnah, pahalanya seperti hijrah kepadaku.”

Menurut riwayat Muslim, At-Tirmidzi, Ahmad, dan Ibnu Majah dari Ma’qil bin Yasar: Beribadah pada masa terjadi kekacauan pahalanya seperti hijrah kepadaku.”

Al-Munawi dalam Faydhul Qadîr (4/373) berkata, “Beribadah pada masa terjadi kekacauan, yakni pada masa fitnah dan carut marutnya perkara. Seperti hijrah kepadaku yaitu dalam hal banyaknya pahala. Atau ada yang berpendapat bahwa orang yang berhijrah pada masa pertama berjumlah sedikit sebab kebanyakan orang tidak mampu melaksanakannya. Demikian pula, orang yang beribadah pada masa fitnah juga berjumlah sedikit. Ibnul Arabi berkata, ‘Titik temu kesamaannya dengan hijrah adalah bahwa pada masa awal, orang-orang lari dari negeri kufur dan penduduknya menuju ke negeri iman dan penduduknya. Jika fitnah telah terjadi, maka wajib bagi setiap orang untuk berlari membawa agamanya dari fitnah menuju kepada ibadah, serta menjauhi para pelaku fitnah dan keadaannya tersebut. Ini merupakan salah satu dari bentuk-bentuk hijrah. Jadi, beribadah pada masa kekacauan dapat melebur dosa yang lalu, seperti hijrah.’”

No comments: